Panggil aku Diyah, Lahir di sudut desa di Lamongan pada bulan Agustus 1974 silam. Aku mempunyai seorang kakak yang sudah Almarhum dan 2 adik perempuan. Kami dibesarkan dalam lingkungan keluarga petani yang sederhana. Rumah kami terletak dipingiran desa menghadap ke sawah. Tiap pagi menjelang pemandangan yang nampak adalah kesibukan orang-orang berangkat ke sawah mereka. Hujan datang hari itu disambut suka cita para petani, karena hujan pertanda mereka akan segera memulai musim tanam dan itu berarti pengharapan akan hasil panen guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Pagi subuh keesokan harinya kesibukan semakin meningkat, nampak di jalan depan rumah orang-orang membawa peralatan bertaninya untuk memulai menggarap sawah setelah sekian waktu kering oleh kemarau. Sebaris do’a terucap, semoga musim perpihak pada kami sehingga hasil panen cukup untuk kebutuhan kami dalam satu musim Amiin….
Diyah….. Terdengar suara teriakan dari belakang…..Seperti suasana di luar rumah yang sibuk dalam rumah juga tidak kalah sibuk, ibu sibuk menyiapkan bekal (kopi dan makanan kecil) untuk para “preman” (Buruh tani) yang bekerja pada keluarga kami. Bapak sibuk menyiapkan sarana dan prasarananya, kami anak-anaknya sibuk dengan kegiatan kami masing-masing…..
Setelah sekian tahun dan saya sudah membangun keluarga dengan 2 Putri yang cantik dan pinter (Moga jadi anak Sholehah), betapa saya menyadari bahwa tidak gampang membangun sebuah keluarga dengan mengantarkan anak-anak menuju sukses..
Ya… Allah… Tolong kami….
Salam Kenal
Maret 20, 2008 oleh mardiyahhayati
Kenapa baru tahu ………………… padahal pernikahan itu 8 (delapan) Tahun yang lalu
Kenapa baru tahun ………………….
Kenapa Baru Tahu
http://jodisantoso.blogspot.com/
http://mjodisantoso.co.cc