Hari Senin, 20 Maret delapan tahun lalu, sebuah keputusan besar saya ambil hanya dengan berbekal “Bismillah” saya menikah. Saya percaya Allah akan menolong dan membantu hambanya yang mempunyai niat baik, itu janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janji.
Waktu itu saya masih studi di Pasca Sarjana Brawijaya dan belum bekerja. Pria pilihan saya adalah teman sewaktu studi Universitas Muhammadiyah Malang. Saya belum melihat yang istimewa dari si dia, saya terima dia menjadi suami karena dia mau menerima saya apa adanya dan dia dapat membuktikan bahwa dia sayang saya. Panggil saja dia “Taufik”.
Sejak hari itu saya berjanji menjadi istri dan calon ibu yang baik bagi anak-anakku.
Tapi bagaimana caranya….
Belajar dong…..
Saya belajar dari orang tuaku, mertuaku, sekitarku, dll…..
Sampai saat ini saya terus belajar dan belajar, karena ternyata tidak gampang menjadi “Baik”.
Satu prinsip yang saya pegang, “Berikanlah yang terbaik dari apa yang kamu miliki dan jangan pernah mengharapkan imbalan karena itu hanya akan membuatmu kecewa…..”
Delapan tahun berlalu, banyak yang berubah dari kami, suami jauh lebih sabar dan bijaksana. Tapi satu hal yang tidak berubah bahwa saya masih sayang padanya dan keluarga kecil ini, dan selamanya akan begitu, Insya Allah…..
Ya… Allah engkaulah pemimpin dari segala pemimpin, bimbinglah kami untuk tetap dijalanMu, jadikanlah keluarga kami “Sakinah, Mawadah, Warrohmah” Amiin…..
20 Maret Delapan Tahun Lalu
Maret 20, 2008 oleh mardiyahhayati
mudah2 han supaya langgeng sampe nenek dan kakek
????????????????????????????????????????/
???? ingat teman lamamu di smp?